
Yogyakarta, 26 Juni 2026 – Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Islam Bandung (Unisba) melaksanakan kegiatan benchmarking dengan Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Jumat, 26 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung secara luring ini bertempat di Ruang Rapat Sidang Komisi Lantai 5, Gedung AR Fachruddin A, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Kegiatan benchmarking ini menjadi salah satu upaya strategis BPM Unisba dalam memperkuat penyelenggaraan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta praktik baik (best practices) antar perguruan tinggi. Selain itu, kegiatan ini diarahkan untuk memperoleh wawasan mengenai pengembangan sistem informasi penjaminan mutu, strategi persiapan akreditasi internasional, serta pengelolaan indikator kinerja dalam mendukung peningkatan reputasi dan pemeringkatan perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
Rombongan BPM Unisba disambut oleh jajaran BPM UMY dan Badan Perencanaan dan Reputasi Global (BPRG) UMY. Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan antara kedua institusi sebagai bentuk penguatan komunikasi dan hubungan kelembagaan. Selanjutnya, perwakilan BPM UMY bersama Kepala Bidang Penjaminan Mutu Internal dan Kepala Bidang Reputasi Global BPRG menyampaikan paparan mengenai kebijakan, strategi, serta implementasi penjaminan mutu dan pengelolaan reputasi institusi di lingkungan UMY.
Selain membahas pengelolaan SPMI, kegiatan benchmarking juga memberikan perhatian khusus pada strategi peningkatan reputasi dan pemeringkatan perguruan tinggi. BPRG UMY menjelaskan pengalaman institusinya dalam mengikuti berbagai pemeringkatan internasional. Dalam pelaksanaannya, UMY melakukan pemetaan indikator pemeringkatan yang relevan untuk diintegrasikan ke dalam indikator kinerja institusi, dengan mempertimbangkan bobot penilaian, prioritas pengembangan, ketersediaan data, serta kontribusi setiap unit kerja.
Pembahasan tersebut memberikan perspektif bahwa penguatan penjaminan mutu perlu berjalan beriringan dengan strategi peningkatan reputasi institusi. Pengelolaan data yang konsisten, ketersediaan bukti pendukung, serta keterlibatan seluruh unit kerja menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan capaian pemeringkatan perguruan tinggi.
Pada sesi diskusi dan tanya jawab, Tim BPM Unisba menggali lebih lanjut berbagai aspek pengelolaan mutu di UMY, mulai dari pengembangan dokumen standar mutu, penerapan analisis risiko, integrasi indikator pemeringkatan ke dalam standar mutu, mekanisme verifikasi data pemeringkatan, hingga strategi mempertahankan dan meningkatkan akreditasi program studi. Diskusi berlangsung secara interaktif dan memberikan kesempatan bagi kedua institusi untuk saling berbagi pengalaman serta perspektif dalam menghadapi tantangan penjaminan mutu pendidikan tinggi.
Salah satu pembelajaran penting yang diperoleh BPM Unisba adalah pemanfaatan hasil AMI sebagai instrumen untuk memetakan kesiapan program studi dalam menghadapi akreditasi eksternal. Hal tersebut memperlihatkan bahwa pelaksanaan AMI dapat dikembangkan tidak hanya sebagai mekanisme evaluasi internal, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk mempersiapkan peningkatan kualitas dan akreditasi program studi.
Melalui kegiatan ini, BPM Unisba memperoleh berbagai referensi dan praktik baik yang dapat menjadi bahan evaluasi serta pertimbangan dalam mengembangkan sistem penjaminan mutu di lingkungan Unisba. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi penguatan integrasi SPMI dengan indikator pemeringkatan, sinkronisasi perencanaan dan penganggaran, optimalisasi peran unit penjaminan mutu di tingkat fakultas dan program studi, pengembangan sistem informasi yang terintegrasi, serta peningkatan efektivitas pelaksanaan AMI dan tindak lanjut hasil evaluasi.
Tak hanya itu, kegiatan ini sekaligus mempererat hubungan kelembagaan antara BPM Unisba dan BPM UMY serta membuka peluang kolaborasi dan pertukaran pengetahuan pada masa mendatang. Melalui semangat sinergi dan peningkatan mutu berkelanjutan, BPM Unisba berkomitmen untuk terus mengembangkan tata kelola penjaminan mutu yang adaptif, terukur, dan berorientasi pada peningkatan kinerja institusi.
Dengan demikian, hasil benchmarking ini diharapkan tidak berhenti sebagai tambahan wawasan, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi langkah-langkah pengembangan yang konkret dalam memperkuat implementasi SPMI, mendukung pencapaian akreditasi, serta meningkatkan reputasi dan daya saing Universitas Islam Bandung di tingkat nasional maupun internasional.

