Bimtek Penyusunan Instrumen Akreditasi Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker


Pada bulan Maret 2022 lalu, Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Islam Bandung (Unisba) telah menyelenggarakan kegiatan dengan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) untuk membahas mengenai Penyamaan Persepsi untuk Pengajuan Akreditasi Pertama bagi PSPPA dan Strategi Penyusunan Instrumen Akreditasi PSPPA.

Kemudian dalam rangka Penyusunan Instrumen Akreditasi, BPM menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan PSPPA yang diselenggarakan secara luring pada hari Kamis, 7 April 2022 di Auditorium Gedung Dekanat Unisba. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris BPM Unisba serta narasumber selaku Dekan Fakultas Kedokteran Unisba yaitu Prof. Dr. dr. Nanan Sekarwana, Sp.A(K)., MARS. Dalam kegiatan tersebut narasumber memberikan beberapa pembahasan, diantaranya:
1. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan dalam pelaksanaan akreditasi.
2. Kriteria dan Prosedur Akreditasi Program Studi Kesehatan.
3. Evaluasi dan Pengendalian Sistem Penjaminan Mutu Internal.
4. Ketersediaan Dokumen Penjaminan Mutu Internal.

Penyamaan Persepsi dan Strategi Penyusunan Instrumen Akreditasi PSPPA


Pada bulan Agustus 2021 lalu, Universitas Islam Bandung (Unisba) telah melaksanakan kegiatan asesmen lapangan dalam rangka pendirian Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker dan pada tahun 2022 ini, Badan Penjaminan Mutu (BPM) Unisba menyelenggarakan kegiatan dengan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) untuk membahas mengenai Penyamaan Persepsi untuk Pengajuan Akreditasi Pertama bagi PSPPA dan Strategi Penyusunan Instrumen Akreditasi PSPPA. Kegiatan tersebut diselenggarakan secara daring melalui zoom meeting pada hari Senin, 7 Maret 2022 yang dihadiri oleh Ketua BPM, Sekretaris, Ketua Bidang Analisis Data dan Ketua Bidang Monitoring dan Evaluasi di BPM Unisba. Dalam kegiatan tersebut ada beberapa pembahasan, diantaranya jika merujuk pada Pedoman Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) khusus untuk kefarmasian, maka yang mengajukan akreditasi untuk 9 kriteria bukan lagi Program Studi melainkan Unit Pengelola Program Studi (UPPS). Ini tentunya menjadi tuntutan kinerja yang harus dikerjakan UPPS maupun Prodi dalam melakukan penyusunan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS).

Asesmen Lapangan Daring Pendirian Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker


Pada tahun 2015, Universitas Islam Bandung sudah mulai mempersiapkan pendirian program studi yaitu Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), dan pada tahun ini Unisba melaksanakan kegiatan asesmen lapangan dalam rangka pendirian Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker. Kegiatan asesmen lapangan tersebut dilaksanakan secara daring pada hari Senin, 23 Agustus 2021 melalui zoom meeting.

Dalam kegiatan tersebut Unisba turut mengundang Ketua Yayasan, Sekretaris Yayasan, Wakil Sekretaris Yayasan, Bendahara Yayasan, Wakil Bendahara Yayasan, Rektor, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, Dekan Fakultas MIPA, Tim Pendirian PSPPA, Ketua BPM, Kabag. Akademik dan Karir Dosen, Kabag. Kemahasiswaan, Alumni dan Peningkatan Ruhul Islam, Kabag. Pengembangan SDM dan Administrasi Umum, Kabag. Pusat Pengembangan Sistem Informasi dan Teknologi (PSITEK), Kabag. Keuangan, Kabag. Kerjasama, Kabag. Komunikasi, Informasi dan Promosi, Kepala UPT Perpustakaan, Kepala UPT Pelayanan Kesehatan, Kepala UPT E-Learning, serta Penanggung Jawab Lab CBT.

Adapun Tim Evaluator pada Asesmen Lapangan Pendirian Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker tersebut, yaitu:
1. Dr. Soetrisno Soemardjo, M.A. (Direktur Akreditasi LAM-PTKes);
2. Dr. apt. Maria Immaculata Iwo (KK Farmakologi-Farmasi Klinik ITB); dan
3. apt. Azis Saifudin, Ph.D. (Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Unisba berharap setelah izin pendirian prodi pendidikan profesi apoteker ini keluar, pihak pengelola harus mampu menjalankan amanahnya sesuai target.